7 Negara di Dunia yang Melegalkan Aborsi

Hai, selamat datang kembali di situs AllianceForWomen.net, pada artikel ini penulis akan memberitahu tentang 7 Negara di dunia yang melegalkan tindakan aborsi.

Hukum atau undang-undang mengenai aborsi sangat bervariasi di seluruh dunia. Di beberapa negara aborsi adalah tindakan legal, sebagai bentuk dari pilihan pribadi. Sementara beberapa negara lainnya menganggap aborsi ilegal atau hanya diterima dalam situasi tertentu, seperti gangguan kesehatan mental atau dalam kasus pemerkosaan.

Di Indonesia, prosedur aborsi hanya dilegalkan untuk alasan medis tertentu yang dinilai dapat membahayakan kesehatan sang ibu atau adanya masalah pada janin yang dikandung. Namun, prosedur aborsi baru dapat dilakukan berdasarkan keputusan tim dokter.

aborsi legal

Perbedaan ketetapan hukum aborsi di berbagai negara di dunia

Terdapat 5 tipe negara di dunia terkait hukum aborsi, yaitu:

– Negara yang melegalkan aborsi dengan alasan apa pun dan dalam usia kehamilan berapa pun.
– Negara yang melegalkan aborsi berdasarkan alasan sosial, seperti sang ibu tidak mampu membiayai anaknya atau melindungi sang ibu dari gangguan kesehatan mental.
– Negara yang melegalkan aborsi terkait kasus tertentu, seperti pemerkosaan, janin cacat, atau hubungan seks dengan saudara (inses).
– Negara yang menganggap aborsi tindakan ilegal namun mengizinkan prosedur aborsi dengan alasan medis tertentu yang dianggap akan membahayakan sang ibu, contohnya hukum aborsi di Indonesia.
– Negara yang menganggap aborsi sepenuhnya ilegal (sama sekali tidak boleh dilakukan), untuk alasan apa pun.

Negara yang melegalkan aborsi untuk alasan apa pun tanpa batasan usia kehamilan

1. Korea Utara dan Vietnam

Baik di Korea Utara maupun Vietnam, aborsi dianggap legal dan tidak ada batasan usia kandungan yang boleh diaborsi. Meskipun mekanisme peraturannya bervariasi.

2. Cina

Dilansir dari Pew Research Center, aborsi hampir tersedia secara bebas di Cina dan tidak ada batasan usia kandungan yang ditentukan untuk mengakses prosedur ini. saat ini Cina telah memiliki kebijakan “dua anak” dan pendukung hak asasi manusia telah mengkritik undang-undang mengenai penduduk dan keluarga berencana di Cina.

3. Amerika Serikat

Tidak ada larangan federal mengenai batas kehamilan yang dapat melakukan aborsi di Amerika Serikat, namun 43 negara bagian menetapkan larangan mengenai batasan-batasan kehamilan, mulai dari 20 – 24 minggu. Sebagaimana dilansir dari Guttmcathec Institute, kelompok penelitian hak reproduksi. Ada beberapa pengecualian yang dilakukan, biasanya menyangkut kehidupan atau kesehatan sang ibu.

4. Kanada

Tidak ada batasan federal mengenai usia kehamilan untuk menjalani aborsi, namun peraturan tersebut bervariasi di setiap provinsi dan wilayah. Beberapa diantaranya melegalkan aborsi hingga usia 12 minggu, sisanya aborsi tetap boleh dilakukan hingga usia kehamilan 24 minggu.

Menurut kelompok hak aborsi di Kanada, prosedur aborsi untuk kandungan lebih dari 20 minggu tidak selalu tersedia bagi warga Kanada, sehingga mereka sering melakukannya di klinik yang ada di Amerika Serikat. Prosedur ini juga dapat dibiayai sepenuhnya atau sebagian oleh pemerintah provinsi.

5. Belanda

Belanda melegalkan aborsi hingga kandungan berusia 24 minggu. Setelah usia tersebut, aborsi legal hanya jika janin yang belum lahir memiliki penyakit yang tidak dapat diobati dengan kesempatan bertahan hidup yang kecil setelah dilahirkan, atau terkait kesehatan fisik dan mental sang ibu.

6. Singapura

Di Singapura, aborsi legal dan boleh dilakukan hingga usia kandungan 24 minggu. Untuk usia kandungan melebihi usia tersebut hanya boleh dilakukan aborsi dengan tujuan menyelamatkan nyawa, atau demi kesehatan fisik dan mental sang ibu.

Itulah negara-negara di dunia yang menetapkan bahwa aborsi legal dilakukan, dengan alasan apa pun dan tanpa adanya batasan usia kehamilan.

Referensi:

https://edition.cnn.com/2017/01/25/health/abortion-laws-around-the-world/index.html

https://www.washingtonpost.com/news/fact-checker/wp/2017/10/09/is-the-united-states-one-of-seven-countries-that-allow-elective-abortions-after-20-weeks-of-pregnancy/?utm_term=.8350ca3780f2