Bertambahnya Posisi Senior di Perusahaan yang Diisi oleh Para Perempuan

Sebuah laporan firma global menunjukkan bertambahnya posisi senior di perusahaan yang diisi oleh para perempuan. Capaian Indonesia mencapai 43%.

posisi penting perempuan dalam perusahaan bertambah

Apa yang hebat dari seorang perempuan?

Kemampuan manajemen waktu. Inilah yang dimiliki oleh para perempuan yang menjabat posisi senior di perusahaan. Meskipun mereka punya kemampuan multitasking, kemampuan itu tidak akan efektif jika tidak diimbangi dengan pengelolaan waktu yang baik. Kemampuan ini pun tidak muncul begitu saja dalam diri seorang perempuan.

Keseharian perempuan yang berkarier di perusahaan adalah usaha menyeimbangkan dua perahu: rumah dan bekerja. Produktivitas seorang perempuan dimulai sejak pagi hari di rumah. Saat anggota keluarga lain masih tertidur lelap, ia sudah memulai harinya lebih awal. Ia memastikan kondisi rumah berjalan baik dan kebutuhan semua anggota keluarga terpenuhi sebelum berangkat bekerja.

Kalaupun tidak bisa mengurus keperluan rumah tangga sendiri, membentuk support system yang baik di rumah juga butuh keahlian. Misalnya, mendelegasikan tugas-tugas rumah tangga ke ART, memberikan kepercayaan kepada significant others untuk membantu mengurus anak, atau bergantian dengan pasangan dalam pengasuhan anak.

Support system yang menjadi andalan perempuan bekerja inilah yang menjadi pendukung terbesar keberhasilan kariernya di perusahaan. Pentingnya menjalin komunikasi dengan support system juga merupakan kunci utama. Jadi, perempuan bisa berkonsentrasi penuh saat bekerja dan mencurahkan seluruh energinya ke pekerjaan.

Faktor Pendukung Karier Perempuan di Perusahaan

Saat urusan domestik tertangani, perempuan bisa berfokus pada pekerjaan di kantor. Namun, fokus saja tidaklah cukup untuk kemajuan kariernya jika tidak diimbangi oleh kebijakan perusahaan. Banyak perusahaan memilih laki-laki untuk menempati posisi strategis semata karena laki-laki dianggap lebih fleksibel dalam banyak hal. Namun, beberapa tahun belakangan ini hal tersebut mulai berubah.

Baru-baru ini Grant Thornton merilis laporan bertajuk Women in Business: Beyond Policy to Progress pada Maret 2018. Firma global ini telah melakukan survei terhadap 5.000 responden di level CEO, managing director, dan eksekutif senior dari 35 negara. Indonesia juga menjadi salah satu negara responden.

Hasil survei menunjukkan, dalam empat tahun terakhir, persentase perusahaan yang menempatkan minimal satu perempuan di posisi manajemen senior terus meningkat. Tahun 2018 angkanya mencapai 75% dari 66% di tahun 2017. Namun, proporsi peran senior perempuan justru menurun 1% menjadi 24% saja di tahun 2018.

Lebih lanjut, Kompas.com menuturkan, posisi senior perusahaan yang diisi oleh para perempuan mencapai 43%. Angka ini justru lebih tinggi dibandingkan rata-rata posisi perempuan di berbagai perusahaan di Asia Pasifik yang hanya 23%. Malah, angka tersebut menempati posisi kedua tertinggi di dunia.

Sebagai perbandingan, negeri jiran Malaysia dan Singapura saja perolehan angkanya tidak setinggi itu. Di Indonesia, tercatat hanya 15% perusahaan yang tidak menempatkan perempuan pada posisi manajemen senior. Sementara di Malaysia, sebanyak 21% perusahaan Malaysia tidak punya perempuan di posisi manajemen senior. Singapura masih mengantongi angka lebih tinggi, yakni 22%.

Keberhasilan perempuan Indonesia memuncaki posisi manajemen senior perusahaan ini tidak lepas dari berbagai faktor pendukung di perusahaan. Bukan hanya dukungan dari rumah, tetapi juga kebijakan strategis perusahaan dan pemerintah. Nah, empat faktor berikut ini mendukung bertambahnya posisi senior perusahaan yang diisi oleh para perempuan.

  1. Kesetaraan upah

Sudah 58% perusahaan Indonesia yang disurvei oleh firma ini mengimplementasikan kesetaraan upah bagi laki-laki dan perempuan. Ini merupakan faktor populer yang juga menjadi magnet bagi para perempuan bekerja saat melamar pekerjaan.

  1. Kesetaraan gender dalam perekrutan

Kadang syarat jenis kelamin tertentu membuat seseorang mengurungkan niat untuk melamar pekerjaan. Namun, perusahaan Indonesia sudah mulai menghapus diskriminasi gender dalam perekrutan karyawan baru.

  1. Kesetaraan gender dalam menjalankan roda perusahaan

Lebih lanjut, laporan ini menyatakan 40% responden mengaku penerapan kebijakan strategis berjalan lancar tanpa hambatan. Tidak masalah siapa yang menerapkan kebijakan tersebut, apakah laki-laki atau perempuan. Apalagi, sebanyak 74% responden yakin penerapan kesetaraan gender bisa meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan.

  1. Kebijakan family friendly

Perusahaan yang menerapkan kebijakan family friendly dianggap mampu mendorong perempuan untuk lebih produktif dalam bekerja. Contoh kebijakan yang dimaksud adalah paid parental leave (59%) dan flexible hours (57%).

 

Itulah empat faktor yang mendukung bertambahnya posisi senior perusahaan yang diisi oleh para perempuan. Namun, kunci terpenting adalah bagaimana perusahaan mampu mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada karyawan, sehingga karyawan juga sadar akan hak-haknya. Dengan demikian, produktivitas karyawan juga meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan.