Inilah 10 Organisasi Non-Profit Besar dan Peran Wanita di Dalamnya

Di zaman sekarang, gerakan dan ide berbentuk organisasi nonprofit tak hanya dimonopoli oleh pria. Sudah banyak organisasi dengan bidangnya masing-masing yang dipelopori oleh seorang wanita.

organisasi non profit wanita

Berikut merupakan 10 organisasi nonprofit yang luar biasa dan peran wanita didalamnya:

  1. Movemeant Foundation

Di dalam Movemeant Foundation, seorang Jenny Gaither berhasil mengubah pandangan wanita terhadap tubuh mereka. Jenny menyadari bahwa dia sedang berjuang menghadapi masalah body-image sekitar tahun 2010. Masalah inilah yang mendorong Jenny untuk memulai organisasi yang memiliki visi memberdayakan para wanita agar merasa percaya diri terhadap tubuh mereka.

  1. Women for Women International

Women for Women International (WfWI) ada untuk mendukung wanita-wanita marginal yang berada di negara konflik perang. WfWI pertama kali didirikan oleh Zainab Salbi, seorang pengusaha dan humanitarian Irak-Amerika yang baru berusia 23 tahun. Di bawah pengelolaannya, mulai dari tahun 1993 sampai 2011, WfWI berhasil mendistribusikan lebih dari 118 juta dollar untuk wanita di delapan lokasi konflik.

  1. Keep A Breast Foundation

Komitmen Shaney Jo Darden untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara, dimulai ketika mengetahui temannya didiagnosa kanker tersebut. Yang dilakukan Keep A Breast (KAB) unik, karena mengampanyekan tentang bahaya kanker payudara lewat karya seni kreatif.

  1. Special Olympics

Di sekitar tahun 1950-an dan awal 1960, seorang wanita bernama Eunice Kennedy Shriver melihat ketidakpantasan perlakuan kepada orang dan anak yang memiliki disabilitas intelektual. Hal ini membuat dirinya membentuk gerakan Special Olympics. Sejak 1968, sudah lebih dari 4,5 juta atlet dari 170 negara mengikuti olimpiade khusus disabilitas ini dan hidupnya berubah.

  1. Camp Kesem

Camp Kesem adalah sebuah komunitas perkemahan oleh para mahasiswi, yang dipimpin oleh Iris Rave. Tujuannya memberikan program inovatif sekaligus menyenangkan pada anak-anak yang memiliki orang tua pengidap kanker. Sebanyak 98% orang tua yang terlibat, mengakui bahwa Camp Kesem sangat berpengaruh positif terhadap keadaan keluarga mereka.

  1. The Malala Fund

Seorang Malala Yousafzai angkat bicara perihal edukasi perempuan. The Malala Fund menyediakan 12 tahun edukasi untuk perempuan demi mendapatkan potensi dan membuat perubahan positif dalam keluarga dan komunitas mereka. Usaha Malala tidak sia-sia, hal ini dibuktikan dengan diterimanya hadiah Nobel di usianya yang sangat muda.

  1. Samahope

Faktanya, jutaan orang di seluruh dunia kekurangan akses terhadap fasilitas operasi. Samahope ada untuk mendukung para dokter yang tidak mendapatkan akses fasilitas tersebut lewat program donasi.

Samahope dibentuk oleh Leila Janah dan Shivani Garg Patel di tahun 2012. Janah merupakan seorang social entrepreneur sekaligus pendiri organisasi nirlaba Sama Group.

  1. National Organization for Women

The National Organization for Women (NOW) merupakan organisasi feminis terbesar di Amerika Serikat. NOW pertama kali muncul karena keprihatinan Betty Friedan terhadap diskriminasi seksual pada karyawan yang ditemukannya. Sejak NOW bergerak, hak-hak perempuan jadi lebih dihargai.

  1. Dressember

Di tahun 2009, Blythe Hill mengenakan sebuah kostum khusus selama bulan Desember dengan tema Dressember untuk melakukan protes terhadap eksploitasi wanita. Hill tidak menyangka kalau aksinya berkembang menjadi komunitas global yang memperjuangkan kemerdekaan para perempuan.

Di tahun 2013, Dressember berhasil mengumpulkan kira-kira 165.000 dollar untuk menyelamatkan para korban perbudakan modern dan eksploitasi seksual.

  1. Girls Who Code

Sekitar 74% anak perempuan usia kelas menengah memiliki ketertarikan terhadap sains, teknologi, keahlian teknik, dan matematika (STEM). Namun, hanya 0,4% yang akhirnya memilih jurusan ilmu komputer sebagai pilihannya.

Girls Who Code (GWC) yang dibentuk oleh Reshma Saujani memiliki tujuan memberdayakan perempuan yang memiliki minat terhadap edukasi ilmu komputer dan skill sets yang mendukung tuntutan abad 21. Sejak GWC berdiri, sekitar 90% perempuan memilih ilmu komputer atau disiplin ilmu sejenis sebagai jurusan kuliahnya.

Kesepuluh wanita di atas merupakan cerminan wanita hebat di bidangnya masing-masing. Yuk, kembangkan potensi dan kepekaan, lalu jadilah wanita agen perubahan berikutnya!