Perempuan Yang Mengalami Kehamilan Tidak Direncanakan

“Kebobolan” itulah ungkapan yang sering terjadi pada pasangan yang sudah menggunakan kontrasepsi namun masih bisa hamil. Situasi inilah yang menimbulkan perempuan mengalami KTD (Kehamilan tidak direncanakan). Sebagian dari pasangan tersebut mungkin dapat memaksakan diri untuk menerima kehamilan itu dan terus merawat calon bayi mereka. Tapi bagaimana yang dialami oleh wanita yang terikat kontrak kerja untuk tidak hamil? bagaimana untuk mereka yang hamil diluar nikah?

Mau tidak mau keadaan seperti itu mengharuskan mereka untuk melakukan aborsi (pengguguran janin). Tidak semua wanita tega menggugurkan kandungannya. Sebagian besar mereka merasakan trauma yang mendalam karna harus menggugurkan calon buah hati mereka. Disinilah konseling pra-aborsi dibutuhkan. Rumah sakit menyediakan ini untuk mencegah wanita yang trauma setelah aborsi. Ketika situasi KTD ini terjadi, pihak wanitalah yang paling terbebani. Dapat terjadi depresi jangka panjang.

kehamilan tidak direncanakan

Mereka mungkin merasakan perasaan yang terhakimi oleh dirinya sendiri. Allianceforwomen.net akan memberikan tips bagi anda yang mengalami kehamilan tidak direncanakan :

  • Carilah layanan aborsi aman

Aborsi aman adalah pilihan yang mutlak apabila kamu memilih untuk mengakhiri kehamilan. Apa yang dimaksud dengan aborsi aman? Aborsi aman adalah aborsi di klinik aborsi atau di rumah sakit dengan penanganan medis dokter spesialis kandungan. Dokter spesialis kandungan ini bergelar Sp.OG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi). Dokter Sp.OG sering disebut sebagai dokter obgyn yang juga memiliki kepanjangan yang sama. Untuk klinik rekomendasi yang terbaik yang bisa kami tawarkan adalah Pusat Klinik Aborsi Jakarta. Ya, klinik aborsi jakarta ini ditangani dengan profesionalisme, pengalaman dan mutu yang terjamin.

  • Jangan pernah mencoba menggugurkan dengan obat aborsi

Tahukah anda aborsi dengan obat hanya akan memperparah kondisi anda. Obat aborsi memiliki banyak efek samping. Misalnya: kram yang sangat hebat, pendarahan bahkan aborsi yang tidak tuntas yang kemudian terjadi infeksi dalam rahim. Wanita yang sudah mengkonsumsi obat aborsi ketika meminta layanan dokter aborsi juga akan mengakibatkan proses vakum aspirasi menjadi sulit. Seperti yang kita tahu janin dibawah 3 bulan masih berbentuk gumpalan darah saja.

  • Curhat meminta petunjuk orang terdekat yang bisa dipercaya atau Berdoa dan menangis

Bertukar pikiran sangat dibutuhkan apabila anda mengalami KTD. Terkadang pikiran anda yang tidak jernih dan tidak tenang membuat anda terburu-buru dalam mengambil keputusan. Berdoalah dan berserah, meminta petunjuk atau bahkan menangis dan luapkan segala kesedihan anda. Dengan menangis anda bisa lebih tenang dan lebih iklas.

Jadi ada 3 opsi bagi kamu yang mengalami kehamilan tidak direncanakan.

  1. Melahirkan dan membesarkan anak tersebut
  2. Tetap melahirkan tetapi memberikan anak tersebut untuk diadopsi
  3. Melakukan aborsi aman